Berbesar Hati

Seorang pemuda tampak murung wajahnya, nyata beban yang dipikulnya cukup berat.  Kerut di wajahnya tak bisa menyembunyikan kegalauan hatinya.  Si pemuda tampak melangkah gontai, dan terus melangkah hingga dia menghempaskan diri duduk di bangku tua.  Tak lama datang menghampirinya seorang tua yang sangat tenang penampilannya.

Dia bertanya: “Apa yang terjadi pada dirimu anak muda ?”

Si Pemuda : “Sungguh pikiranku kalut saat ini, begitu banyak masalah datang silih berganti tak mau lepas dariku”

Si orang tua tersenyum mendengar jawaban itu dan berkata “Maukah kau kubantu ?” si pemuda menjawab “tentu aku senang sekali jika engkau dapat membantuku melepaskan beban ini dari diriku.  Mendengar itu si orang tua melanjutkan perkataannya”Anak muda kalau begitu aku akan memberimu segelas air minum”. Diambilkannya si pemuda segelas air minum dan dibubuhinya segenggam garam ke dalam gelas itu lalu disodorkan kepada si pemuda “Minumlah Nak” si pemuda bengong melihat apa yang dilakukan orang tua ini namun dia tetap minum air tersebut. “Bagaimana rasanya” kata si orang tua.  “Pahit sekali” kata si pemuda.

“Baiklah anak muda sekarang kau ikuti aku ke danau di belakang rumah”.  Dibawanya si pemuda ke tepian danau, diambilnya segenggam garam lalu ditaburkannya ke dalam danau dan berkata “sekarang kau minumlah air danau ini” si pemuda masih juga tidak mengerti maksud si orang tua namun dia sekali lagi memenuhi permintaan si orang tua untuk minum dari air danau itu. “bagaimana rasanya” si orang tua bertanya. “Segar sekali air danau ini”.

Sampai disini si orang tua kembali tersenyum.  “Apakah sekarang engkau sudah mengerti kenapa aku lakukan ini padamu anak muda ? tanyanya.  “Saya masih bingung dan tak tahu apa maksudmu, maukah kau jelaskan kenapa engkau berbuat seperti ini padaku Pak Tua.”

Pak tua lantas menjelaskan bahwa garam dia ibaratkan sebagai masalah dan gelas adalah hati. Maka jika masalah datang pada kita maka kita tak bisa jadikan hati kita hanya ibarat selebar gelas karena bebannya akan terasa menyempitkan dada, jadikan hati kita selebar danau maka beban tak kan lagi menyesakkan dada karena kita masih punya ruang yang cukup luas untuk bersabar, berfikir dan berupaya menyelesaikan beban kita satu per satu serta berdoa memohon petunjuk dan bantuan Yang Maha Kuasa.  Seberapa besar masalahnya kita mesti siapkan hati kita lebih lapang lagi dan siap menerima serta melaluinya dengan penuh keimanan.

Simaklah Firman Allah SWT dalam Al-Quran surah At-Taghaabun ayat 11 : 

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Artinya : Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu

Semoga bermanfaat….dan semoga kita senantiasa berada di dalam hidayah dan perlindungan Allah SWT. amiin ya rabbal aalamin…

2 Tanggapan so far »

  1. 1

    Amir said,

    Oh, saudaraku
    keren sekali artikelnya,
    jadi teringat masalah-masalah hidupku yang hampir memecahkan danau perasaanku.

    namun sekarang, aku ingin hatiku tak selebar danau lagi.

    Aku ingin hatiku seluas lautan samudera, bahkan lebih…

    Salam kenal,


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: